13 September 2015

Paska jatuhnya crane proyek perluasan Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, PT Waskita Karya Tbk, sebuah perusahaan BUMN asal Indonesia disebutkan sebagai salah satu dari kontraktor dalam pengerjaan proyek tersebut.
Keterlibatan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk Antonius Yulianto, namun ia membantah bahwa salah satu crane yang jatuh merupakan milik perseroan.
“”Itu (crane) bukan milik kami,” ujar Antonius.
Dijelaskannya, dalam proyek senilai 14 miliar poundsterling atau setara dengan Rp 307,7 triliun tersebut PT. Waskita Karya Tbk hanya sebagai sub kontraktor dibawah naungan Firma Bin Laden.
“Kami sebagai sub kontraktor, siapkan besi untuk proyek tersebut,” ujar Antonius.
Antonius juga membeberkan rincian pekerjaan yang dikerjakan perusahaannya yang antara lain melakukan pengerjaan pembesian, pembuatan kolom dan beam atau balok di proyek tersebut.
”Ambruknya crane tidak ada hubungan dengan Waskita, karena pekerjaan kami dilokasi sudah selesai,” tuturnya.
Iapun menceritakan kronologis tentang peristiwa mengerikan tersebut yang berlangsung sehabis Ashar, angin kencang diiringi hujan deras disertai butiran es dan angin puting beliung hingga saat shalat Maghrib masih berlangsung.
Saat itulah tiba-tiba mobile crane Bin Ladin berkapasitas 1.300 ton ambruk mengenai atap Sai dan lantas menembus hingga lantai 3.
”Sehabis Ashar angin mulai kencang, sekitar jam 5 sore hujan deras disertai butiran es dan angin puting beliung dan sampai saat shalat Maghrib masih berlangsung,” ujarnya.
Sampai sejauh ini dikabarkan jemaah asal Indonesia yang meninggal pada musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram bertambah lima orang sehingga seluruhnya menjadi tujuh orang dan 41 orang lainnya luka-luka.
Sumber : http://cahayareformasi.com/berita/2015/dalam-musibah-proyek-perluasan-masjidil-haram-pt-waskita-karya-hanya-sub-kontraktor-dari-bin-ladin/
Posting Komentar