0
14 September 2015

Mak!!! Bukan Lagi Kabut Asap, Tapi Abu Sisa Pembakaran yang Kami Hirup di Jambi...

Bukan hanya asap dan kabut yang melanda Jambi, dalam beberapa hari belakangan ini, udara telah dipenuhi oleh abu sisa pembakaran hutan dan lahan yang berterbangan di udara.
Warga Jambi, Aditya, mengaku merasakan hidung dan tenggorokkannya terasa kesat saat menghirup udara. Sebab, udara telah bercampur dengan abu sisa pembakaran.
Menurut dia, abu sisa pembakaran yang beterbanga diudara dapat dilihat langsung saat pagi hari.
"Coba lihat pagi-pagi, abu mengendap di mana saja. Letakkan motor atau mobil di luar rumah semalaman, pagi hari kita lihat penuh dengan abu. Mak, jadi abu itu yang kita hisap belakangan ini, bukan lagi sekedar asap," ujar dia.
Senada, Imas, warga Jambi juga mengatakan, dadanya sesak dan kulit berasa lain saat keluar rumah, sebab abu sisa pembakaran seperti lengket ke tubuhnya.
" Badan saya rasanya lengket, ini sudah abu, bukan lagi asap," kata dia.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jambi pada Sabtu 12 September 2015 menyebutkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi sudah mencapai angka 409 psi dengan kategori berbahaya.
Anehnya, meski sudah menghirup abu, Provinsi Jambi belum ditetapkan berstatus darurat. Daerah yang berstatus darurat saat ini hanya Riau. Sementara untuk daerah lain yang juga mengalami kabut asap masih berstatus siaga darurat.
"Untuk daerah lain siaga darurat," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar 14 September 2015.
Meski masih berstatus siaga darurat, ditegaskan Siti, pemerintah pusat tetap memberikan bantuan.
"Dukungan pemerintah pusatnya juga keras," kata Siti.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua hari ini, Senin 14 September pukul 05.00 WIB, hotspot di Sumatera ada 1.143 titik yaitu di Bengkulu 13, Jambi 234, Lampung 69, Riau 78, Sumbar 25, dan Sumsel 724. 
Sedangkan hotspot di Kalimantan ada 266 titik yaitu Kalbar 26, Kalsel 74, Kalteng 164, dan Kaltim 2.
"Kondisi demikian menyebabkan kualitas udara memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru 984 psi (berbahaya), Siak 467 psi (berbahaya), Dumai 464 psi (berbahaya), Palembang 550 psi (berbahaya), Pontianak 307psi (Sangat Tidak Sehat), dam Banjarbaru 449 psi (Sangat Tidak Sehat)," lanjutnya.

Sumber : http://sumateratoday.com/berita-mak-bukan-lagi-kabut-asap-tapi-abu-sisa-pembakaran-yang-kami-hirup-di-jambi.html

Posting Komentar

 
Top